Post

Andai Terlanjur Ditipu

 السلام عليكم
 peace be upon you




 .Tertipu.

satu ungkapan yang mudah dilafaz tapi sukar untuk dimengertikan kadang-kadang..


Persoalannya, adakah kita mampu menerima keadaan seperti itu atau sebulat hati menolaknya? lagaknya, " buang yang keruh, ambil yang jernih." Wallahua'lam... Insan yang mempunyai akhlak yang lembut, keras imannya mudah menerima bulat-bulat; yakni mengambil jalan mudah dengan..


MEMAAFKAN..


” Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang jahil. .”

(Surah al- A'Raaf : 199)


Ia kedengaran janggal untuk kita menerima perlakuan itu. Tapi, dibandingkan dengan redha Allah atas perbuatan kita yakni redha akannya, yang manakah lebih besar manfaatnya kelak disisi-Nya?


MARAH? 

  
Nafsu amarah itu ibarat syaitan. Ia berselindung disebalik niat & hati. Kesan amarah ini sungguh dahsyat! Hati menjadi kabur, perlakuan bertambah kusut.. pengakhiranya jiwa terseksa, iman entah ke mana.. Menjadi kering kontang mungkin!


" dalam ujian Allah itu ada nikmat-Nya. "
  

Tugas kita bukan sekadar melihat apa yang telah berlaku. Apatah lagi mengadili, meneka-neka dan menghukum. Tapi sebaliknya mengambil ikhtibar &  menjernihkan kembali apa yang salah. 
Takdir Allah adalah kekal bermaksud baik... kenalilah sifat Allah yang Maha Pengampun. Nescaya adanya kebaikan disebaliknya bagi orang-orang yang berfikir..


 "...Dan kalau kamu memaafkan dan tidak marahkan (mereka) serta mengampunkan kesalahan mereka (maka Allah akan berbuat demikian kepada kamu), kerana sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani."
 
(Surah at-Taghabun : 14)


" Weak people REVENGE,
Strong people IGNORE, Pious people FORFIVE & REDHA, "  

1 comment

Post a Comment